PAI Umsida Dorong Inovasi Pembelajaran Haji Digital

Pai.umsida.ac.id-Program Studi Pendidikan Agama Islam Umsida menghadirkan kajian akademik tentang penggunaan media pembelajaran Peta Haji berbasis Google Maps untuk membantu siswa tingkat menengah memahami materi haji.

Baca Juga: Zain Zidan Amir, Mahasiswa PAI Raih Terbaik Dua P2MW Liga Umsida 2026

Riset yang ditulis oleh Immaddudin Assobirin dan Dzulfikar Akbar Romadlon ini dipublikasikan dalam Pendas Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Volume 10 Nomor 04 Desember 2025, dengan tujuan menjawab kesulitan siswa dalam memahami tahapan, lokasi, dan konsep ibadah haji melalui media visual yang lebih konkret, interaktif, dan kontekstual.

Peta Haji Jawab Tantangan Materi Fikih yang Abstrak

Materi haji dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam sering menjadi tantangan tersendiri bagi siswa tingkat menengah. Ibadah haji tidak hanya memuat teori tentang syarat, rukun, wajib, dan sunnah, tetapi juga berkaitan dengan lokasi-lokasi penting seperti Makkah, Arafah, Muzdalifah, Mina, Masjidil Haram, Bukit Shafa, dan Marwah. Bagi siswa yang belum pernah melihat langsung suasana pelaksanaan haji, materi ini berpotensi hanya dipahami sebagai hafalan tanpa gambaran nyata.

Melalui riset tersebut, media pembelajaran Peta Haji ditawarkan sebagai alternatif untuk menghadirkan pembelajaran fikih yang lebih visual dan mudah dipahami. Media ini memanfaatkan Google Maps, PictraMap, dan CapCut untuk menyusun gambaran perjalanan ibadah haji secara runtut. Dengan peta digital dan video animasi, siswa dapat melihat hubungan antara lokasi, urutan pelaksanaan, dan makna dari setiap tahapan manasik haji.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pembelajaran kontekstual, yaitu proses belajar yang menghubungkan materi pelajaran dengan situasi nyata. Dalam konteks ini, siswa tidak hanya menerima penjelasan dari guru, tetapi diajak membayangkan proses ibadah haji secara lebih konkret. Peta Haji membantu siswa memahami bahwa ibadah haji bukan sekadar kumpulan istilah fikih, melainkan rangkaian ibadah yang memiliki alur, tempat, waktu, dan nilai spiritual.

Riset ini juga menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang relevan menjadi penting karena metode konvensional berpotensi membuat siswa cepat bosan. Jika guru hanya menjelaskan melalui ceramah dan buku teks, siswa dapat kesulitan memahami relasi antarritual haji. Oleh karena itu, media visual berbasis peta digital menjadi solusi yang lebih dekat dengan kebutuhan belajar siswa masa kini.

Dikembangkan Melalui Tahap Analisis Desain dan Pengembangan

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model Analysis, Design, and Development. Tahap analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran, karakteristik siswa, konteks lingkungan belajar, materi, dan tujuan pembelajaran. Dari hasil observasi awal, ditemukan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan memahami urutan manasik haji, lokasi pelaksanaan ibadah, serta perbedaan antara rukun, wajib, dan sunnah haji.

Pada tahap desain, peneliti menyusun materi haji secara bertahap, mulai dari miqat, thawaf, sai, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, lempar jumrah di Mina, hingga tahallul. Setiap tahapan kemudian dikaitkan dengan lokasi yang ditelusuri melalui Google Maps agar siswa memperoleh gambaran geografis yang lebih jelas.

Google Maps digunakan untuk mencatat lokasi dan rute perjalanan haji, sedangkan PictraMap membantu membuat sketsa peta. Selanjutnya, CapCut digunakan untuk mengolah bahan visual tersebut menjadi video animasi pembelajaran. Dalam proses ini, media tidak hanya menampilkan titik lokasi, tetapi juga arah perjalanan, ikon, warna, teks, narasi, dan alur visual agar siswa dapat mengikuti tahapan haji dengan lebih mudah.

Tahap pengembangan diarahkan untuk menghasilkan media pembelajaran yang layak digunakan di kelas. Media ini dinilai bukan hanya dari aspek tampilan, tetapi juga dari aspek substansi fikih. Hal ini penting karena pembelajaran haji tidak boleh hanya menarik secara visual, tetapi juga harus tepat secara konsep keagamaan.

Peta Haji berbasis Google Maps ini memberi peluang bagi guru PAI untuk menyampaikan materi fikih dengan pendekatan yang lebih hidup. Siswa dapat memahami perjalanan haji melalui rute, lokasi, dan penjelasan yang tersusun secara sistematis. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih informatif, tidak monoton, dan lebih sesuai dengan gaya belajar visual siswa.

Validasi Menunjukkan Media Sangat Layak Digunakan

Hasil pengembangan media Peta Haji menunjukkan capaian positif. Validasi ahli media dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, media memperoleh rata-rata 87 persen dengan kategori layak. Setelah dilakukan revisi pada aspek sinkronisasi narasi, konsistensi warna, dan ukuran teks, hasil validasi meningkat menjadi 95 persen dengan kategori sangat layak.

Validasi dari ahli fikih juga menunjukkan hasil kuat. Pada tahap pertama, media memperoleh nilai rata-rata 90,4 persen dengan kategori layak. Setelah dilakukan penyempurnaan, termasuk penguatan dalil Al-Qur’an dan hadis serta penyesuaian istilah fikih, hasil validasi meningkat menjadi 97 persen dengan kategori sangat layak. Penilaian ini menegaskan bahwa media Peta Haji tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan dengan kaidah fikih ibadah haji.

Temuan tersebut memperkuat posisi Peta Haji sebagai media pembelajaran inovatif untuk materi fikih di sekolah menengah. Media ini dapat membantu guru menjelaskan materi yang kompleks dengan lebih sederhana, sekaligus membantu siswa memahami hubungan antara teori dan praktik ibadah haji.

Dalam kesimpulan riset, media pembelajaran Peta Haji berbasis Google Maps dinyatakan efektif dan sangat layak digunakan sebagai sarana pendukung proses pembelajaran. Media ini mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan aktif siswa, serta pemahaman terhadap tahapan, lokasi, dan makna ibadah haji secara lebih konkret.

Baca Juga: FAI Umsida Akan Gelar Seminar Internasional. Hadirkan 5 Narasumber dari Berbagai Negara

Bagi Program Studi PAI Umsida, riset ini menjadi bukti kontribusi akademik dalam pengembangan pembelajaran agama Islam yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Inovasi seperti Peta Haji menunjukkan bahwa pembelajaran fikih dapat dikemas lebih menarik tanpa meninggalkan ketepatan substansi keilmuan. Dengan pengembangan lebih lanjut, media ini berpotensi diintegrasikan dengan teknologi lain seperti virtual reality atau augmented reality agar pengalaman belajar siswa semakin imersif dan bermakna.

Sumber:
Artikel jurnal “Penggunaan Media Pembelajaran Peta Haji Berbasis Google Map untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Tingkat Menengah terhadap Materi Haji” dalam Pendas Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Volume 10 Nomor 04 Desember 2025.

Bertita Terkini

Zain Zidan Amir, Mahasiswa PAI Raih Terbaik Dua P2MW Liga Umsida 2026
May 11, 2026By
Dosen PAI Umsida Kembangkan Kurikulum Keislaman Adaptif untuk ABK
May 4, 2026By
Penggunaan Media Pembelajaran H5P untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa
April 27, 2026By
HIMA PAI Umsida Ajak Siswa SDN Banjarpanji Hidup Bersih
April 20, 2026By
Pengembangan ClassPoint Perkuat Inovasi Pembelajaran PAI Umsida
April 14, 2026By
PAI Umsida Kaji Relevansi Pragmatisme Ibnu Khaldun untuk Pembelajaran Modern
April 8, 2026By
Penelitian Umsida Ungkap Peran Guru dalam Dakwah Digital Muhammadiyah
April 2, 2026By
Strategi Guru PAI Hadapi Era Globalisasi dengan Pembelajaran Menyenangkan
March 27, 2026By

Prestasi

Zain Zidan Amir, Mahasiswa PAI Raih Terbaik Dua P2MW Liga Umsida 2026
May 11, 2026By
Latihan Sejak Oktober, Mahasisw PAI Umsida Berhasil Bawa Pulang Medali Emas USCC III
December 29, 2025By
Mahasiswa PAI Umsida Raih Emas di PMAP International Innovation Day di UniSZA
December 11, 2025By
PAI
Atiyatul Ulya Naila, Mahasiswi PAI Umsida Yang Terpilih Jadi Ketua Umum IMM Averroes 25/26 untuk Buktikan Posisi Strategis Perempuan
November 12, 2025By
pai
Mahasiswa PAI Umsida Raih 2 Prestasi Nasional Lewat Lomba Essay Bertema Islam dan Teknologi
November 6, 2025By
pai
Mahasiswa PAI Umsida Wakili Kampus di Rakernas dan Jambore AMKI Muda 2025
October 31, 2025By
PAI
Mahasiswa PAI Umsida Wakili Jawa Timur di Ajang Nasional Moderasi Beragama dan Bela Negara
October 24, 2025By
Umsida
2 Mahasiswa PAI Umsida Lolos Program Student Exchange ke UNISZA Malaysia 2025
October 6, 2025By