Pai.umsida.ac.id – Zain Zidan Amir, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam atau PAI Universitas Muhammadiyah Sidoarjo semester 6, berhasil meraih predikat Terbaik 2 dalam kategori Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha P2MW.
Baca Juga: Dosen PAI Umsida Kembangkan Kurikulum Keislaman Adaptif untuk ABK
pada Awarding Internal Liga Prestasi Umsida Tahun 2026 yang diumumkan oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Umsida pada 27 April 2026 di Sidoarjo sebagai bentuk apresiasi terhadap gagasan kewirausahaan mahasiswa yang inovatif dan berdaya guna.
Mahasiswa PAI Tawarkan Gagasan Iam Qurani
Dalam ajang tersebut, Zain Zidan Amir mengusung proposal berjudul Iam Qurani Reading Quran Starts From Home. Gagasan ini menempatkan pembelajaran Al-Qur’an sebagai bagian penting dari penguatan pendidikan Islam yang dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yakni rumah.
Capaian ini menjadi perhatian penting bagi PAI Umsida karena proposal yang diajukan Zain tidak keluar dari akar keilmuan Pendidikan Agama Islam. Ide tersebut memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat dalam membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an secara lebih dekat, terarah, dan berkelanjutan.
Secara substansi, gagasan Iam Qurani Reading Quran Starts From Home menunjukkan bahwa mahasiswa PAI tidak hanya dituntut memahami teori pendidikan Islam, tetapi juga mampu mengembangkan ide aplikatif yang dapat menjawab kebutuhan sosial dan keagamaan masyarakat. Pembelajaran Al-Qur’an tidak cukup diposisikan sebagai aktivitas formal di sekolah atau lembaga pendidikan, tetapi juga perlu diperkuat dari keluarga.
Hal ini menjadi nilai strategis karena rumah merupakan ruang awal pembentukan karakter, kebiasaan ibadah, dan literasi keagamaan. Dengan membawa konsep membaca Al-Qur’an dari rumah, Zain berupaya menunjukkan bahwa pendidikan Islam dapat dikembangkan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
P2MW sebagai Ruang Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa
Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha atau P2MW merupakan salah satu ruang kompetitif yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide usaha secara kreatif, terencana, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks ini, proposal Zain memiliki kekuatan karena menggabungkan unsur kewirausahaan dengan nilai edukasi keislaman.
Kekuatan utama gagasan tersebut terletak pada orientasinya yang tidak hanya mengejar nilai bisnis, tetapi juga membawa misi pendidikan. Ini penting karena mahasiswa PAI memiliki ruang kontribusi yang luas dalam pengembangan layanan pendidikan Islam, termasuk pembelajaran Al-Qur’an, pendampingan keagamaan, dan penguatan literasi Islam di masyarakat.
Namun, tantangan gagasan seperti ini juga tidak kecil. Ide berbasis pendidikan Al-Qur’an perlu memiliki model layanan yang jelas, segmentasi pengguna yang tepat, strategi pendampingan yang realistis, serta mekanisme keberlanjutan agar tidak berhenti sebagai konsep kompetisi. Jika ingin berkembang lebih jauh, gagasan ini perlu diperkuat dengan pemetaan kebutuhan masyarakat, model pembelajaran yang sistematis, dan strategi pemasaran yang tetap menjaga nilai etis pendidikan Islam.
Dalam kategori P2MW Awarding Liga Prestasi Umsida 2026, predikat Terbaik 1 diraih oleh Muhammad Nafi’udin Fakhri melalui proposal Beras Rumput Laut Rendah Kalori Ramah Diabetes. Sementara itu, Zain Zidan Amir menempati posisi Terbaik 2 melalui proposal Iam Qurani Reading Quran Starts From Home, dan Terbaik 3 diraih oleh Dwi Cahya Yuniar melalui proposal Aksara Batik Eco Print Indonesia sebagai Pelestari Budaya.
Selain itu, penghargaan Harapan 1 diraih Amalia Nur Ananda Putri melalui proposal Arang Batok Kelapa Berbasis Ekonomi Sirkular, Harapan 2 diraih Reno Budi Wicaksono melalui proposal Crevion Build Your Business Together, dan Harapan 3 diraih Salma Rizky Walya melalui proposal Menghidupkan Limbah menjadi Buket Kreatif Digital yang Menyimpan Pesan dan Cerita Budaya Lokal Sidoarjo.
Prestasi yang Menguatkan Citra Mahasiswa PAI
Prestasi Zain Zidan Amir menjadi bukti bahwa mahasiswa PAI Umsida mampu bersaing dalam bidang kewirausahaan mahasiswa di tingkat universitas. Capaian ini juga memperluas citra mahasiswa PAI yang tidak hanya aktif dalam kajian keagamaan dan pendidikan, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan inovatif yang memiliki potensi sosial dan ekonomi.
Bagi Program Studi PAI Umsida, prestasi ini dapat menjadi dorongan agar mahasiswa semakin berani mengembangkan ide berbasis keilmuan Pendidikan Agama Islam. Bidang PAI memiliki banyak peluang untuk dikembangkan menjadi program inovatif, mulai dari media pembelajaran Islam, layanan pendampingan membaca Al-Qur’an, edukasi akhlak, penguatan karakter, hingga platform literasi keagamaan.
Keberhasilan Zain juga menunjukkan bahwa kewirausahaan mahasiswa tidak harus selalu berangkat dari produk fisik. Ide berbasis layanan pendidikan, penguatan spiritual, dan kebutuhan masyarakat muslim juga dapat menjadi ruang pengembangan yang potensial. Dengan catatan, gagasan tersebut harus dirancang secara matang, memiliki nilai manfaat yang jelas, serta dapat dijalankan secara berkelanjutan.
Awarding Internal Liga Prestasi Umsida Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi mahasiswa PAI untuk melihat bahwa prestasi dapat dibangun dari gagasan yang dekat dengan bidang keilmuan sendiri. Zain Zidan Amir telah menunjukkan bahwa mahasiswa PAI dapat membawa nilai Al-Qur’an ke dalam ruang inovasi dan kewirausahaan.
Baca Juga: RTL Humanitas IMM FAI Umsida Dampingi Karakter Siswa Randegan
Dengan raihan Terbaik 2 P2MW ini, Zain diharapkan dapat terus mengembangkan gagasannya agar tidak berhenti sebagai prestasi kompetisi, tetapi berlanjut menjadi program nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa PAI Umsida lainnya untuk lebih aktif mengikuti program pengembangan prestasi, memperkuat ide, dan menghadirkan kontribusi melalui keilmuan Pendidikan Agama Islam.
Sumber: Surat Pengumuman Pemenang Awarding Liga Prestasi Umsida Tahun 2026 Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

















