Dosen PAI Umsida Kembangkan Kurikulum Keislaman Adaptif untuk ABK

Pai.umsida.ac.id – Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Anita Puji Astutik bersama tim peneliti mengembangkan inovasi kurikulum keislaman bagi anak berkebutuhan khusus ABK melalui penelitian yang dilakukan di Lentera Fajar Indonesia.

Baca Juga: Penggunaan Media Pembelajaran H5P untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa

Penelitian ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan pembelajaran agama Islam yang lebih adaptif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik ABK, sehingga mampu meningkatkan kecerdasan spiritual mereka melalui pengembangan kurikulum dan modul ajar berbasis kebutuhan peserta didik.

Kurikulum ABK Perlu Lebih Adaptif

Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan kecerdasan spiritual peserta didik. Namun, dalam konteks pendidikan inklusi, kurikulum yang digunakan untuk anak berkebutuhan khusus tidak dapat disamakan sepenuhnya dengan kurikulum umum.

Melalui artikel ilmiah berjudul Curriculum Innovation for Children with Special Needs as an Effort to Increase Spiritual Intelligence, tim peneliti menyoroti bahwa kurikulum bagi ABK masih sering belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik, minat, dan kebutuhan perkembangan anak. Akibatnya, pembelajaran agama Islam belum mampu secara optimal membantu anak menginternalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Penelitian ini melibatkan ABK dengan beragam kondisi, mulai dari ADHD, gangguan sensorik, gangguan bicara, hingga retardasi mental. Kondisi tersebut menuntut guru untuk menyusun pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel, sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh anak.

Dalam konteks ini, inovasi kurikulum menjadi kebutuhan penting. Kurikulum tidak hanya berisi daftar materi, tetapi juga harus mampu menjadi panduan praktis bagi guru dalam memahami kemampuan, gaya belajar, dan capaian perkembangan setiap anak.

Modul Ajar Keislaman Dirancang Sesuai Kebutuhan Anak

Penelitian ini menggunakan metode Research and Development R&D dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Model ini digunakan untuk mengembangkan kurikulum serta modul ajar keislaman yang lebih sesuai dengan kebutuhan ABK.

Pada tahap analisis, peneliti mengkaji kurikulum, modul ajar, serta karakteristik peserta didik. Tahap ini penting agar pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada kemampuan anak dalam memahami dan mempraktikkan nilai-nilai Islam.

Materi yang dikembangkan mencakup beberapa unsur utama dalam Pendidikan Agama Islam, seperti Al-Qur’an dan hadis, akidah, akhlak, fikih, serta sejarah peradaban Islam. Setiap unsur tersebut diarahkan agar anak mampu mengenal Allah SWT, memahami nilai ibadah, membiasakan perilaku baik, serta belajar meneladani kisah para nabi.

Pengembangan modul ajar ini juga menegaskan pentingnya pembelajaran yang tidak monoton. Anak berkebutuhan khusus membutuhkan pendekatan yang lebih interaktif, konkret, dan dekat dengan pengalaman harian. Karena itu, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang membimbing anak secara bertahap.

Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran PAI diharapkan tidak berhenti pada hafalan atau pengenalan konsep, tetapi juga mendorong anak untuk membiasakan sikap religius, seperti menjaga kebersihan, menghormati orang tua, menyayangi sesama, dan menjalankan ibadah sesuai kemampuan.

Berpengaruh Signifikan terhadap Kecerdasan Spiritual

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang dikembangkan berada pada kategori cukup valid dengan persentase 51 hingga 75 persen. Selain itu, hasil uji statistik paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0.000 atau lebih kecil dari 0.05. Artinya, pengembangan kurikulum memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kecerdasan spiritual anak berkebutuhan khusus.

Temuan ini menjadi catatan penting bagi pengembangan pendidikan inklusi, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Anak berkebutuhan khusus memiliki potensi spiritual yang perlu dikembangkan melalui pendekatan yang tepat. Keterbatasan fisik, kognitif, bahasa, maupun perilaku tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan hak mereka dalam memperoleh pembelajaran agama yang bermakna.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan kecerdasan spiritual ABK tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada kerja sama guru, orang tua, terapis, dan lingkungan sekitar. Dukungan yang berkelanjutan akan membantu anak mempraktikkan nilai-nilai agama secara lebih konsisten.

Baca Juga: IMM Averroes FAI Umsida Raih Juara Umum 2 pada Gebyar Milad IMM Sidoarjo 2026

Bagi PAI Umsida, riset ini menjadi kontribusi akademik dalam memperkuat pendidikan Islam yang inklusif. Inovasi kurikulum keislaman bagi ABK dapat menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan inklusi dalam menyusun pembelajaran yang lebih manusiawi, adaptif, dan berorientasi pada perkembangan spiritual peserta didik.

Sumber:
Artikel jurnal Curriculum Innovation for Children with Special Needs as an Effort to Increase Spiritual Intelligence karya Anita Puji Astutik, Nadhirah Nordin, Isna Meilinda, dan Aulia Rahma, diterbitkan dalam Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, Volume 13 Nomor 2 Tahun 2025, halaman 198–209.

Bertita Terkini

Zain Zidan Amir, Mahasiswa PAI Raih Terbaik Dua P2MW Liga Umsida 2026
May 11, 2026By
Penggunaan Media Pembelajaran H5P untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa
April 27, 2026By
HIMA PAI Umsida Ajak Siswa SDN Banjarpanji Hidup Bersih
April 20, 2026By
Pengembangan ClassPoint Perkuat Inovasi Pembelajaran PAI Umsida
April 14, 2026By
PAI Umsida Kaji Relevansi Pragmatisme Ibnu Khaldun untuk Pembelajaran Modern
April 8, 2026By
Penelitian Umsida Ungkap Peran Guru dalam Dakwah Digital Muhammadiyah
April 2, 2026By
Strategi Guru PAI Hadapi Era Globalisasi dengan Pembelajaran Menyenangkan
March 27, 2026By
Riset Dosen PAI Umsida Ungkap Peran Guru PAI Bentuk Penyesuaian Diri Santri
March 10, 2026By

Prestasi

Zain Zidan Amir, Mahasiswa PAI Raih Terbaik Dua P2MW Liga Umsida 2026
May 11, 2026By
Latihan Sejak Oktober, Mahasisw PAI Umsida Berhasil Bawa Pulang Medali Emas USCC III
December 29, 2025By
Mahasiswa PAI Umsida Raih Emas di PMAP International Innovation Day di UniSZA
December 11, 2025By
PAI
Atiyatul Ulya Naila, Mahasiswi PAI Umsida Yang Terpilih Jadi Ketua Umum IMM Averroes 25/26 untuk Buktikan Posisi Strategis Perempuan
November 12, 2025By
pai
Mahasiswa PAI Umsida Raih 2 Prestasi Nasional Lewat Lomba Essay Bertema Islam dan Teknologi
November 6, 2025By
pai
Mahasiswa PAI Umsida Wakili Kampus di Rakernas dan Jambore AMKI Muda 2025
October 31, 2025By
PAI
Mahasiswa PAI Umsida Wakili Jawa Timur di Ajang Nasional Moderasi Beragama dan Bela Negara
October 24, 2025By
Umsida
2 Mahasiswa PAI Umsida Lolos Program Student Exchange ke UNISZA Malaysia 2025
October 6, 2025By