Pengembangan ClassPoint Perkuat Inovasi Pembelajaran PAI Umsida

Pai.umsida.ac.id-Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PAI Umsida) kembali menunjukkan kontribusi akademiknya melalui publikasi riset tentang inovasi pembelajaran digital.

Baca Juga: Guangzhou University, Rektor Umsida Bawa Pulang 4 Program Kemitraan

Artikel berjudul Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif E-Learning Pendidikan Agama Islam Melalui Aplikasi ClassPoint yang ditulis Pramesthy Nur Fadhila dan Anita Puji Astutik terbit dalam JIIP Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Volume 9 Nomor 4 April 2026. Penelitian ini menyoroti pentingnya media pembelajaran yang lebih interaktif untuk menjawab kebutuhan generasi digital, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Dalam artikel tersebut, peneliti menegaskan bahwa pembelajaran PAI tidak lagi cukup hanya mengandalkan metode ceramah dan media konvensional. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, peserta didik membutuhkan pengalaman belajar yang lebih hidup, partisipatif, dan relevan dengan karakter mereka. Karena itu, pemanfaatan aplikasi ClassPoint dipandang sebagai salah satu langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran PAI yang lebih menarik sekaligus efektif.

Riset ini dilakukan di SMP Negeri 27 Surabaya dengan fokus pada pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis e-learning untuk materi Peradaban Turki Usmani. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Melalui tahapan itu, media pembelajaran tidak hanya dirancang secara visual, tetapi juga diuji agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi pembelajaran di kelas.

ClassPoint Jadi Solusi Pembelajaran PAI yang Lebih Interaktif

Salah satu persoalan yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya interaktivitas dan partisipasi siswa saat mengikuti pembelajaran PAI. Dalam praktik di sekolah, pembelajaran masih banyak didominasi penjelasan satu arah dari guru, sementara siswa cenderung menjadi pendengar pasif. Kondisi semacam ini membuat materi agama yang seharusnya dekat dengan kehidupan justru terasa monoton dan kurang menggugah minat belajar peserta didik.

Melalui aplikasi ClassPoint, pembelajaran kemudian dirancang lebih interaktif karena guru dapat menyisipkan kuis, pertanyaan terbuka, polling, word cloud, hingga respons langsung di dalam slide PowerPoint. Fitur-fitur itu memungkinkan siswa tidak hanya melihat materi, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap tahapan pembelajaran. Dengan demikian, suasana kelas menjadi lebih komunikatif dan siswa terdorong untuk ikut berpikir, menjawab, serta merefleksikan materi yang dipelajari.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa siswa memiliki kecenderungan lebih mudah memahami materi ketika disajikan melalui tampilan visual yang ringkas, jelas, dan menarik. Karena itu, media berbasis ClassPoint dinilai sesuai dengan karakteristik peserta didik masa kini yang akrab dengan teknologi digital. Dalam konteks PAI, pendekatan ini penting karena pembelajaran agama tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga membutuhkan strategi yang mampu menghidupkan proses internalisasi nilai.

Dikembangkan Sistematis dengan Model ADDIE

Keunggulan penelitian ini terletak pada proses pengembangannya yang dilakukan secara sistematis. Pada tahap analisis, peneliti mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran, karakteristik siswa, serta kesesuaian materi dengan Kurikulum Merdeka. Dari tahap awal itu ditemukan bahwa siswa membutuhkan media yang tidak sekadar menyampaikan isi pelajaran, tetapi juga mampu membangun minat dan keterlibatan mereka selama pembelajaran berlangsung.

Tahap berikutnya adalah desain, yakni menyusun tujuan pembelajaran, indikator, bentuk evaluasi, serta tampilan media. Peneliti kemudian mengembangkan slide interaktif berbasis PowerPoint yang terintegrasi dengan ClassPoint. Materi dirancang lebih ringkas, visual, dan mudah dipahami, lalu diperkaya dengan fitur interaktif yang dapat digunakan secara langsung di kelas.

Setelah produk awal selesai, media tersebut divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi pembelajaran. Validasi ini bertujuan memastikan isi materi tetap akurat, penyajian visualnya menarik, serta media mudah digunakan dalam pembelajaran nyata. Tahap ini menjadi penting karena menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran tidak cukup hanya kreatif, tetapi juga harus layak secara akademik dan praktis.

Hasil Penelitian Tunjukkan Media Layak dan Efektif

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis e-learning melalui aplikasi ClassPoint telah memenuhi kriteria layak, menarik, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran PAI. Saat diimplementasikan di kelas IX, siswa terlihat lebih antusias mengikuti pembelajaran. Mereka aktif menjawab kuis, tertarik pada tampilan slide, dan lebih fokus terhadap materi yang disampaikan.

Dalam artikel itu juga disebutkan bahwa 70 persen siswa memberikan respons positif dengan kategori media efektif dalam meningkatkan minat belajar. Guru yang mendampingi pembelajaran pun menilai media ini membantu penyampaian materi menjadi lebih menarik, tidak monoton, dan lebih mendorong partisipasi seluruh kelas. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi digital dapat menjadi alternatif penting dalam memperkuat kualitas pembelajaran PAI di sekolah.

Meski demikian, penelitian ini juga mencatat adanya tantangan, terutama pada kebutuhan jaringan internet yang stabil. Ketergantungan pada koneksi internet menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam penerapan media semacam ini. Namun secara umum, hasil riset tetap memperlihatkan bahwa pemanfaatan teknologi seperti ClassPoint dapat membuka ruang baru bagi pembelajaran PAI yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Baca Juga: PAI Umsida Kaji Relevansi Pragmatisme Ibnu Khaldun untuk Pembelajaran Modern

Publikasi ini memperlihatkan bahwa PAI Umsida terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam yang relevan dengan era digital. Melalui riset semacam ini, PAI Umsida tidak hanya memperkuat peran akademiknya, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk menghadirkan solusi pembelajaran yang inovatif, aplikatif, dan berdampak nyata bagi dunia pendidikan.

Sumber:Pramesthy Nur Fadhila dan Anita Puji Astutik, “Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif E-Learning Pendidikan Agama Islam Melalui Aplikasi Classpoint,” JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), Vol. 9, No. 4, April 2026, hlm. 4322–4334.

Bertita Terkini

PAI Umsida Kaji Relevansi Pragmatisme Ibnu Khaldun untuk Pembelajaran Modern
April 8, 2026By
Penelitian Umsida Ungkap Peran Guru dalam Dakwah Digital Muhammadiyah
April 2, 2026By
Strategi Guru PAI Hadapi Era Globalisasi dengan Pembelajaran Menyenangkan
March 27, 2026By
Riset Dosen PAI Umsida Ungkap Peran Guru PAI Bentuk Penyesuaian Diri Santri
March 10, 2026By
Mengungkap Dakwah Islam dan Pesan Gender dalam Para Pencari Tuhan
March 4, 2026By
Pengembangan Media Pembelajaran Monopoli Zakat Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Zakat Mal di SMP
February 27, 2026By
Pergeseran Adab Santri di Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo
February 21, 2026By
E Modul Life Based Learning Tingkatkan Berpikir Kritis Siswa MI 
February 15, 2026By

Prestasi

Latihan Sejak Oktober, Mahasisw PAI Umsida Berhasil Bawa Pulang Medali Emas USCC III
December 29, 2025By
Mahasiswa PAI Umsida Raih Emas di PMAP International Innovation Day di UniSZA
December 11, 2025By
PAI
Atiyatul Ulya Naila, Mahasiswi PAI Umsida Yang Terpilih Jadi Ketua Umum IMM Averroes 25/26 untuk Buktikan Posisi Strategis Perempuan
November 12, 2025By
pai
Mahasiswa PAI Umsida Raih 2 Prestasi Nasional Lewat Lomba Essay Bertema Islam dan Teknologi
November 6, 2025By
pai
Mahasiswa PAI Umsida Wakili Kampus di Rakernas dan Jambore AMKI Muda 2025
October 31, 2025By
PAI
Mahasiswa PAI Umsida Wakili Jawa Timur di Ajang Nasional Moderasi Beragama dan Bela Negara
October 24, 2025By
Umsida
2 Mahasiswa PAI Umsida Lolos Program Student Exchange ke UNISZA Malaysia 2025
October 6, 2025By
Doa
Doa Nabi Yunus Jadi Kekuatan Putri Hikmiyatil Latifah Raih Emas Tapak Suci Nasional
September 19, 2025By