Pentingnya Disiplin Santri di Pondok Pesantren: Menumbuhkan Karakter Unggul Berbasis Nilai Islam

Pai.umsida.ac.id-Pendidikan disiplin di pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri yang unggul dan berakhlak mulia. Penelitian ini menggali persepsi santri terhadap penerapan hukuman fisik dan non-fisik sebagai bagian dari proses pendisiplinan. Melalui pendekatan edukatif, pondok pesantren diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai Islami untuk mempersiapkan generasi muda yang berdaya saing dan bertanggung jawab.

Baca Juga:Kaprodi PAI Umsida Berinovasi dalam Pengembangan Pendidikan di RisetMu Batch VIII

Pentingnya Pendisiplinan dalam Pendidikan Pesantren

Pondok pesantren telah lama dikenal sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang menanamkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan santri. Disiplin menjadi fondasi utama dalam membentuk perilaku, moral, dan akhlak mulia bagi para santri. Melalui proses pendisiplinan, para santri diajarkan tanggung jawab, kemandirian, dan ketaatan pada aturan sebagai bekal hidup bermasyarakat.

Penelitian yang dilakukan oleh Bagus Ahlaqih dan Dzulfikar Akbar Romadlon dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menunjukkan bahwa penerapan hukuman fisik dan non-fisik memiliki dampak signifikan terhadap pembentukan karakter santri. Disiplin yang ditanamkan dengan pendekatan edukatif dapat mendorong santri untuk hidup lebih teratur dan menghargai setiap aturan yang berlaku.

Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Umsida menekankan bahwa “Pendidikan disiplin di pesantren bukan sekadar hukuman, tetapi sebuah proses pembinaan karakter yang berkelanjutan. Dengan pendekatan yang tepat, disiplin akan menjadi nilai yang tertanam kuat dalam diri santri.” Hal ini menegaskan peran pesantren dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik.

 Proses Penerapan Hukuman Fisik dan Non-Fisik

Dalam penerapannya, hukuman di pondok pesantren terbagi menjadi dua kategori: fisik dan non-fisik. Hukuman fisik tidak selalu berkaitan dengan tindakan kekerasan, melainkan lebih pada pembentukan kedisiplinan melalui aktivitas seperti push-up, lari, atau membersihkan lingkungan. Sementara itu, hukuman non-fisik dapat berupa penghafalan ayat Al-Qur’an, tugas tambahan, atau penguatan materi pembelajaran agama.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan hukuman harus dilakukan dengan bijaksana dan bertujuan untuk membangun perilaku positif, bukan menghukum secara emosional. Metode ini menuntut peran aktif pengurus pesantren dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi perkembangan mental santri.

Salah satu santri yang diwawancarai menyatakan, “Awalnya hukuman terasa berat, tetapi lama kelamaan saya memahami bahwa ini untuk kebaikan saya sendiri. Hukuman membantu saya menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalankan kewajiban.”

Dampak Positif Pendisiplinan terhadap Karakter Santri

Proses pendisiplinan di pondok pesantren memiliki dampak positif yang signifikan. Santri yang melalui proses ini cenderung lebih disiplin, mandiri, dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Selain itu, pendisiplinan juga mendorong mereka untuk menghargai waktu, mengatur diri, dan mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik secara optimal.

Penelitian ini menekankan bahwa hukuman yang bersifat edukatif memberikan hasil jangka panjang yang positif. Hal ini mencerminkan nilai-nilai Islami yang diajarkan di pondok pesantren, seperti kesabaran, keikhlasan, dan ketaatan pada aturan. Dengan demikian, santri diharapkan dapat menjadi individu yang berkontribusi positif bagi masyarakat.

Kaprodi PAI Umsida menyampaikan, “Melalui pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai Islam, pendidikan di pondok pesantren dapat menjadi model terbaik dalam membentuk karakter santri. Umsida berkomitmen untuk terus mendukung upaya ini melalui penelitian dan inovasi dalam pendidikan Islam.”

Baca Juga:Lanjutkan Program Student Mobility dengan UniSZA Malaysia, Umsida Sambut dan Lepas 19 Mahasiswa

Pendisiplinan di pondok pesantren bukan hanya tentang hukuman, tetapi lebih pada proses membentuk karakter santri yang unggul dan berakhlak mulia. Dengan pendekatan yang tepat dan edukatif, pendisiplinan dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai Islami. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), melalui Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), terus berkomitmen untuk memajukan pendidikan Islam yang berfokus pada pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

Sumber:Presepsi Santri Dalam Penegakan Disiplin Menggunakan Hukuman Fisik dan Non Fisik Di Pondok Pesantren,MB Ahlaqih, DA Romadlon – Jurnal PAI Raden Fatah, 2024

Penulis:AHW