Penerapan Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran PAI di Sekolah Menengah: Langkah Strategis Menuju Pendidikan Berkualitas

Pai.umsida.ac.id- Pembelajaran pada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PAI Umsida) terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan Islam melalui pendekatan inovatif. Salah satunya adalah penerapan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang sekolah menengah.

Baca Juga:Meningkatkan Motivasi dan Minat Belajar Daring PAI: Refleksi dari SD Muhammadiyah 11 Randegan

Pendekatan ini bertujuan memberikan kebebasan kepada guru dan siswa untuk mengembangkan potensi pendidikan yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan era modern.

Inovasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran PAI

Kurikulum Merdeka adalah inisiatif pemerintah Indonesia untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih fleksibel, kreatif, dan berorientasi pada siswa. Dalam konteks pembelajaran PAI, Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi guru untuk mengadaptasi teknik pengajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Melalui kebebasan memilih materi, metode penilaian, dan pendekatan pembelajaran, guru PAI dapat menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif.

Seperti yang ditemukan dalam penelitian, penerapan Kurikulum Merdeka memberikan beberapa manfaat signifikan. Pertama, guru dapat menyesuaikan penilaian sesuai gaya belajar siswa, sehingga meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Kedua, materi ajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan kondisi lokal. Hal ini memungkinkan pendidikan Islam menjadi lebih bermakna dan relevan.

“Kurikulum Merdeka bukan hanya soal kebebasan, tetapi juga tanggung jawab untuk menciptakan pendidikan Islam yang holistik,” ujar salah satu dosen FAI Umsida yang terlibat dalam pengembangan kurikulum ini.

 Peran Guru dalam Penerapan Kurikulum Merdeka

Guru memainkan peran sentral dalam keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka. Di bawah pendekatan ini, guru PAI tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga fasilitator dan motivator. Mereka dituntut untuk memahami prinsip-prinsip utama kurikulum, seperti prinsip ketauhidan, keikhlasan, dan keberlanjutan.

Salah satu keunggulan utama dari Kurikulum Merdeka adalah kebebasan dalam memilih metode penilaian. Guru PAI di sekolah menengah dapat mengadopsi berbagai pendekatan, mulai dari portofolio hingga simulasi, untuk mengevaluasi perkembangan siswa. Selain itu, teknologi juga dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran, seperti penggunaan media interaktif dan platform digital.

Namun, penerapan ini tidak tanpa tantangan. Guru perlu meningkatkan kompetensi mereka melalui pelatihan berkelanjutan. Oleh karena itu, FAI Umsida menyediakan program pelatihan bagi calon guru agar dapat menerapkan Kurikulum Merdeka secara optimal. “Kami berkomitmen membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi dinamika pendidikan saat ini,” jelas salah satu Kaprodi di FAI Umsida.

Implikasi Penerapan Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Islam

Penerapan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran PAI memiliki dampak yang luas, baik pada siswa maupun guru. Siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan agama yang mendalam, tetapi juga keterampilan hidup yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Mereka diajak untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan mengembangkan empati melalui berbagai kegiatan pembelajaran.

Bagi guru, penerapan kurikulum ini memberikan tantangan untuk terus berinovasi. Mereka didorong untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan teknologi dan pendekatan pedagogi modern. “Kami berharap lulusan FAI Umsida dapat menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan Islam,” kata Dekan FAI Umsida.

Secara keseluruhan, Kurikulum Merdeka membuka jalan baru bagi pendidikan Islam di Indonesia. Dengan pendekatan yang fleksibel dan adaptif, kurikulum ini memberikan harapan baru untuk menciptakan generasi yang cerdas secara intelektual dan spiritual. FAI Umsida, sebagai institusi pendidikan tinggi yang progresif, terus berupaya menjadi pionir dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis inovasi.

Baca Juga:Isra’ Mi’raj: Membangun Keimanan Melalui Kesucian Hati dan Salat yang Berkualitas

Penerapan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran PAI di sekolah menengah merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pendidikan Islam yang relevan dan berkualitas. Dengan dukungan penuh dari FAI Umsida, diharapkan inisiatif ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi guru, siswa, dan masyarakat secara keseluruhan.