Meningkatkan Motivasi dan Minat Belajar Daring PAI: Refleksi dari SD Muhammadiyah 11 Randegan

Pai.umsida.ac.id- Motivasi untuk Pembelajaran daring menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penurunan motivasi dan minat belajar siswa menjadi fenomena yang patut diperhatikan. Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida) melalui program studi PAI berupaya memberikan solusi inovatif untuk mengatasi persoalan ini.

Tantangan Pembelajaran Daring PAI

Pandemi COVID-19 memaksa dunia pendidikan untuk beradaptasi dengan pembelajaran daring. Namun, tidak semua siswa dapat beradaptasi dengan baik. Penelitian yang dilakukan di SD Muhammadiyah 11 Randegan mengungkapkan bahwa motivasi dan minat belajar siswa terhadap PAI menurun secara signifikan.

Baca Juga:FAI Umsida Goes to School di SMA Muhammadiyah 4 Porong

Beberapa faktor utama yang memengaruhi penurunan tersebut antara lain kebosanan siswa terhadap metode pembelajaran daring yang monoton, keterbatasan media pembelajaran, hingga kurangnya pengawasan dari guru. Selain itu, perhatian orang tua yang tidak optimal dan kecenderungan siswa lebih memilih bermain gawai daripada belajar turut memperburuk kondisi ini.

Dekan FAI Umsida, Dr Imam Fauji Lc MPd, menyoroti pentingnya inovasi dalam metode pengajaran PAI. “Pembelajaran daring harus lebih interaktif agar mampu menarik minat siswa. Media pembelajaran modern seperti video interaktif dan kuis digital dapat menjadi solusi yang efektif,” ujarnya.

Strategi Inovatif untuk Meningkatkan Motivasi

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran daring, FAI Umsida melalui program PAI mengembangkan pendekatan berbasis teknologi dan pedagogi modern. Program ini bertujuan untuk membantu guru memahami bagaimana cara mengelola pembelajaran yang menarik dan relevan di era digital.

Beberapa strategi yang diusulkan meliputi:

  1. Penggunaan Media Interaktif
    Guru dianjurkan menggunakan platform digital seperti aplikasi pembelajaran daring yang dilengkapi dengan fitur diskusi dan evaluasi.
  2. Pendekatan Personal
    Melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran untuk memberikan dukungan dan motivasi langsung kepada siswa.
  3. Peningkatan Kompetensi Guru
    Guru PAI didorong untuk mengikuti pelatihan terkait teknologi pendidikan agar mampu memanfaatkan perangkat digital secara optimal.

Mahasiswa PAI Umsida juga dilatih untuk mengimplementasikan pendekatan ini dalam praktik mengajar mereka. Dengan demikian, mereka tidak hanya unggul dalam kompetensi agama tetapi juga memiliki kemampuan teknologi yang mumpuni.

PAI Umsida, Pelopor Inovasi Pendidikan Islam

Melalui program-program unggulannya, PAI Umsida terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi pendidik yang adaptif dan inovatif. Program studi PAI tidak hanya memberikan bekal keilmuan agama, tetapi juga keterampilan teknologi dan manajemen pendidikan modern.

Lulusan PAI Umsida diharapkan mampu menjadi solusi bagi tantangan pendidikan di era digital. “Kami percaya bahwa inovasi adalah kunci untuk menghadirkan pendidikan Islam yang relevan dan berdampak. Dengan pendekatan ini, kami yakin PAI akan kembali menjadi mata pelajaran yang diminati oleh siswa,” kata Kaprodi PAI Umsida.

Sebagai penutup, FAI Umsida mengajak seluruh stakeholder pendidikan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik, baik dalam pembelajaran daring maupun tatap muka. Dengan semangat kolaborasi, pendidikan Islam dapat terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca Juga:Madrasah dan Teknologi Digital: Masa Depan Pendidikan Islam yang Berdaya Saing

Ini tidak hanya membahas tantangan yang dihadapi pembelajaran daring PAI tetapi juga menawarkan solusi yang inovatif. FAI Umsida melalui program studinya terus berupaya menjadi pelopor pendidikan Islam yang berkualitas di era modern.