E Modul Life Based Learning Tingkatkan Berpikir Kritis Siswa MI 

Pai.umsida.ac.id— Tim peneliti dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengembangkan e-modul berbasis Life Based Learning (LBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar.

Baca Juga: Riset PAI Umsida Soroti Strategi Kepala Madrasah Atasi Problematika Guru Kepulauan Terpencil

Penelitian pengembangan ini dipublikasikan pada Jurnal Kependidikan Vol 10 No 3 edisi September 2024, dengan uji coba pembelajaran dilakukan di MI Penatar Sewu Sidoarjo pada siswa kelas IV. Pengembangan dilakukan karena pembelajaran yang masih dominan ceramah dan minim variasi media dinilai dapat membuat siswa kurang aktif dan mudah bosan, sehingga berdampak pada kemampuan berpikir kritis. Produk e-modul kemudian diuji kelayakan, kepraktisan, serta efektivitasnya melalui tahapan ADDIE dan pengukuran pre test post test sebagai dasar pembuktian peningkatan hasil belajar.

E modul dikembangkan dengan model ADDIE dan divalidasi ahli

Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Lokasi penelitian berada di MI Penatar Sewu Sidoarjo, dengan subjek uji coba yang disebutkan melibatkan siswa kelas IV. Pada tahap analisis, peneliti memetakan masalah pembelajaran, termasuk penggunaan LKS atau buku bacaan yang membuat siswa cenderung menjadi pendengar, metode ceramah yang kurang memberi ruang umpan balik, serta media pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga menurunkan minat belajar.

Pada tahap pengembangan, e-modul LBL dinilai oleh validator ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Hasil validasi menunjukkan skor kelayakan yang sangat tinggi. Validasi ahli materi mencapai 3,83 atau 95,8 persen (kategori sangat valid), validasi ahli media 3,70 atau 92,5 persen (sangat valid), dan validasi ahli bahasa 3,85 atau 96,4 persen (sangat valid). Dengan capaian ini, e-modul dinyatakan layak untuk dilanjutkan ke tahap uji coba di kelas. Dalam laporan penelitian, peneliti juga menjelaskan adanya perbaikan pada tahap validasi, terutama pada aspek ilustrasi, tampilan, warna, serta keterbacaan bahasa agar lebih sesuai konteks dan lebih mudah dipahami siswa.

Uji kepraktisan disukai siswa dan dianggap menarik digunakan

Setelah dinyatakan layak oleh para ahli, e-modul diuji kepraktisannya melalui uji kelompok kecil. Uji ini melibatkan lima siswa dengan kemampuan akademik beragam. Hasil uji kelompok kecil menunjukkan rerata skor 3,86 dengan persentase 96,43 persen yang dikategorikan sangat valid dan praktis sebagai media pembelajaran. Beberapa indikator yang dinilai mencakup kemenarikan tampilan, kemampuan e-modul memotivasi belajar, kesesuaian dengan kurikulum, sifat interaktif, kemudahan penggunaan, serta kontribusi e-modul dalam membantu pemahaman materi.

Pada tahap evaluasi yang lebih luas, peneliti melaporkan penilaian kepraktisan melalui respons siswa yang menunjukkan angka 98,4 persen menyatakan media disukai atau praktis digunakan. Respons tersebut mencakup bentuk e-modul, cara penggunaan, ukuran dan gaya tulisan, serta dampaknya dalam membangun motivasi dan antusiasme belajar. Data ini menguatkan bahwa e-modul bukan hanya layak secara desain dan bahasa, tetapi juga diterima baik oleh pengguna utama yaitu siswa.

Skor post test naik signifikan bukti efektivitas e modul LBL

Efektivitas e-modul diuji dengan membandingkan nilai pre test dan post test. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang tegas. Nilai rata-rata pre test tercatat 64,25 dan meningkat menjadi 88,41 pada post test, atau naik 24,16 poin setelah penggunaan e-modul LBL dalam pembelajaran. Pengujian statistik menggunakan paired t-test juga menunjukkan nilai p sebesar 0,00 (lebih kecil dari 0,05) sehingga peneliti menyimpulkan terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa setelah menggunakan e-modul berbasis Life Based Learning.

Dalam paparan peneliti, peningkatan ini sejalan dengan tujuan LBL yang mendorong siswa aktif, terlibat dalam aktivitas yang bermakna, serta terbiasa menyelesaikan masalah secara runtut dan berbasis alasan. Indikator berpikir kritis yang menjadi rujukan dalam penelitian mencakup kemampuan berpikir teratur dan mendalam, pemecahan masalah, mengemukakan ide, melihat masalah dari berbagai sudut pandang, mengevaluasi hasil pemecahan masalah, hingga menarik kesimpulan yang baik. Dengan demikian, e-modul LBL diposisikan bukan sekadar bahan ajar digital, tetapi perangkat belajar yang membantu siswa membangun nalar, logika, dan keberanian menyampaikan argumen dalam konteks pembelajaran.

Baca Juga: Kitab Falak Abad ke-19 Presisi Tentukan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026

Penelitian ini juga menutup dengan rekomendasi praktis. Guru yang akan menerapkan e-modul LBL disarankan menguasai materi agar dapat memfasilitasi belajar secara optimal. Siswa juga perlu memiliki kecermatan dan penguasaan teknologi yang memadai agar pembelajaran mandiri melalui e-modul berjalan efektif. Sementara itu, peneliti berikutnya didorong melakukan pengembangan pada materi, responden, dan lokasi yang berbeda untuk menguji pola pengembangan serta konsistensi efektivitas di konteks lain

Bertita Terkini

Riset PAI Umsida Soroti Strategi Kepala Madrasah Atasi Problematika Guru Kepulauan Terpencil
February 10, 2026By
Transformasi Spiritual dan Sosial Umat Islam Dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj
January 18, 2026By
Pentingnya Menata Hati Menuju Ramadhan & Mempersiapkan Jiwa Menyambut Bulan Penuh Berkah
January 13, 2026By
Memahami Puasa Rajab dalam Perspektif Muhammadiyah: Antara Spiritualitas, Keteguhan Manhaj Tarjih, dan Tuntunan Nabi Muhammad SAW
January 11, 2026By
Tahun Baru dalam Perspektif Pendidikan Islam, Momentum Untuk Muhasabah dan Perencanaan Diri
January 1, 2026By
Latihan Sejak Oktober, Mahasisw PAI Umsida Berhasil Bawa Pulang Medali Emas USCC III
December 29, 2025By
Merefleksikan Hari Ibu Dengan Nilai Keteladanan dan Pendidikan dalam Perspektif Islam
December 23, 2025By
Mahasiswa PAI Umsida Raih Emas di PMAP International Innovation Day di UniSZA
December 11, 2025By

Prestasi

Latihan Sejak Oktober, Mahasisw PAI Umsida Berhasil Bawa Pulang Medali Emas USCC III
December 29, 2025By
Mahasiswa PAI Umsida Raih Emas di PMAP International Innovation Day di UniSZA
December 11, 2025By
PAI
Atiyatul Ulya Naila, Mahasiswi PAI Umsida Yang Terpilih Jadi Ketua Umum IMM Averroes 25/26 untuk Buktikan Posisi Strategis Perempuan
November 12, 2025By
pai
Mahasiswa PAI Umsida Raih 2 Prestasi Nasional Lewat Lomba Essay Bertema Islam dan Teknologi
November 6, 2025By
pai
Mahasiswa PAI Umsida Wakili Kampus di Rakernas dan Jambore AMKI Muda 2025
October 31, 2025By
PAI
Mahasiswa PAI Umsida Wakili Jawa Timur di Ajang Nasional Moderasi Beragama dan Bela Negara
October 24, 2025By
Umsida
2 Mahasiswa PAI Umsida Lolos Program Student Exchange ke UNISZA Malaysia 2025
October 6, 2025By
Doa
Doa Nabi Yunus Jadi Kekuatan Putri Hikmiyatil Latifah Raih Emas Tapak Suci Nasional
September 19, 2025By