Pai.umsida.ac.id – Pendidikan agama Islam, terutama mengenai zakat mal, menjadi salah satu materi penting yang harus dipahami oleh siswa di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Baca Juga:
Namun, banyak siswa yang kesulitan memahami konsep zakat mal, terutama terkait dengan perhitungan zakat yang kompleks. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah inovasi media pembelajaran berbasis permainan telah dikembangkan, yang diberi nama MOZAIK (Monopoli Zakat Interaktif).
Media pembelajaran MOZAIK dirancang untuk mempermudah pemahaman konsep dan simulasi hitung zakat mal dengan cara yang interaktif dan menarik. Pengembangan media ini menggunakan model 4D (Define, Design, Development, Dissemination), yang meliputi tahapan definisi, desain, pengembangan, dan penyebaran.
Desain dan Validasi Media
Pada tahapan desain, media ini mengadaptasi konsep permainan monopoli yang familiar bagi banyak orang. Desain papan permainan dan kartu properti telah disesuaikan dengan materi zakat mal, sehingga siswa dapat belajar zakat mal melalui permainan yang menyenangkan dan interaktif. Media ini bertujuan untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan melibatkan siswa secara aktif dalam simulasi hitung zakat.
Hasil validasi dari ahli media dan ahli materi menunjukkan bahwa media ini sangat layak digunakan. Penilaian dari ahli media mencapai 83,3%, sedangkan dari ahli materi mencapai 86,6%, menunjukkan bahwa MOZAIK dapat menjadi alat yang efektif dalam proses pembelajaran zakat mal di kelas.
Keunggulan Media MOZAIK
Keunggulan utama dari MOZAIK adalah interaktivitasnya. Siswa tidak hanya belajar melalui ceramah atau buku teks, tetapi juga terlibat langsung dalam perhitungan zakat melalui mekanisme permainan. Dengan menggunakan media ini, siswa dapat lebih memahami konsep zakat mal, jenis-jenis zakat, dan cara menghitungnya dengan lebih mudah.
Selain itu, desain media ini yang berbasis pada permainan monopoli juga membuat siswa lebih tertarik untuk belajar. Setiap pemain dalam permainan ini berperan untuk mengumpulkan kekayaan dan menghitung zakat atas harta yang dimilikinya, sesuai dengan jenis zakat yang berlaku. Hal ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan menyenangkan bagi siswa.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meskipun hasil uji validasi menunjukkan kelayakan tinggi, pengembangan media pembelajaran ini masih perlu diuji lebih lanjut melalui penerapan di kelas untuk melihat dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi seberapa efektif media ini dalam meningkatkan pemahaman zakat mal secara kuantitatif.
Menurut Isna Meilinda dan Anita Puji Astutik, pengembangan media pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh siswa dalam memahami zakat mal, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan agama Islam di SMP.
Sumber:
Isna Meilinda, Anita Puji Astutik. “Pengembangan Media Pembelajaran MOZAIK ‘Monopoli Zakat Interaktif’ dalam Memvisualisasikan Konsep dan Simulasi Hitung Zakat Mal.” Journal of Instructional and Development Researches, Vol. 5, No. 5, Oktober 2025, hal. 592-602. DOI: https://doi.org/10.53621/jider.v5i5.607 .
















