Pai.umsida.ac.id- Penelitian Nuning Rodiyah, Dosen PAI Universita Muhammadiyah Sidoarjo dari UIN Sunan Ampel Surabaya yang terbit pada Muharrik Jurnal Dakwah dan Sosial Volume 7 Nomor 1 edisi Januari–Juni 2024.
membahas bagaimana sinetron religi Ramadan Para Pencari Tuhan season 16 di SCTV tahun 2023, membangun nilai ajaran Islam sekaligus narasi kesetaraan gender, karena televisi masih menjadi jalur hiburan dan dakwah yang relevan; kajian dilakukan melalui analisis wacana kritis Norman Fairclough dengan menonton 30 episode secara berulang dan mewawancarai tim produksi untuk membaca proses produksi, makna, dan konteks sosial yang melatarinya.
Nilai Aqidah Syariah Akhlak Disampaikan lewat Dialog Tindakan dan Visual
Dalam temuan riset, Para Pencari Tuhan season 16 menyalurkan tiga prinsip ajaran Islam seperti aqidah, syariah, dan akhlak. melalui kombinasi dialog, tindakan tokoh, dan simbol visual. Peneliti mencatat narasi akhlak menjadi yang paling dominan dibanding aqidah dan syariah, dengan sebaran kemunculan yang intens pada percakapan antartokoh. Data yang dihimpun menunjukkan narasi akhlak muncul 371 kali, aqidah 135 kali, dan syariah 114 kali, sementara wujud penyampaiannya tercatat melalui dialog 486 kali, tindakan 84 kali, dan visual 67 kali.
Karakter Bang Jack digambarkan sebagai poros utama penyampai pesan religius, terutama ketika mengarahkan tokoh-tokoh muda yang semula berada pada posisi ragu terhadap Tuhan. Pada episode awal, Bang Jack menegaskan bahwa warga negara berbasis Pancasila perlu menerima keberadaan Tuhan, lalu konflik berkembang saat ia berhadapan dengan sekelompok anak muda yang tidak percaya Tuhan.
Puncak representasi aqidah dalam cerita ditunjukkan lewat transformasi simbolik: perubahan nama band dari GodLess menjadi GodBest, yang dibaca sebagai perubahan dari keraguan menuju keyakinan, disertai rilis lagu Ana Uhibbullah yang diceritakan menjadi bagian penting dalam alur relasi tokoh King dan Isyana.
Dari sisi syariah dan akhlak, riset mencatat kehadiran simbol-simbol busana dan atribut Islam pada banyak adegan, sekaligus penguatan adab melalui kebiasaan salam, zikir, dan ungkapan thayyibah. Selain itu, beberapa adegan memuat pesan muamalah, misalnya etika melamar, larangan mengambil hak orang lain, serta teladan akhlak sosial seperti saling menolong, menghormati orang tua, dan menjaga martabat sesama.
Ketidakadilan Gender Muncul Namun Perempuan Digambarkan Punya Daya Tawar
Selain pesan Islam, penelitian ini mengurai bagaimana narasi gender dibangun melalui lima bentuk ketidakadilan—marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan, dan beban ganda—yang muncul lewat tindakan, dialog, dan visual. Dalam pemetaan teks, peneliti menyimpulkan narasi gender di season 16 didominasi konten domestikasi 48 persen, disusul stereotip 18 persen, kekerasan 14 persen, pelecehan 11 persen, diskriminasi 7 persen, dan subordinasi 2 persen.
Contoh kuat ditampilkan sejak episode awal ketika seorang perempuan hamil terlihat membawa banyak barang belanja tanpa pendampingan suami. Adegan tersebut dibaca sebagai bentuk beban ganda—beban reproduksi dan beban domestik—namun pada saat yang sama membawa pesan moral tentang pentingnya perhatian keluarga terhadap kelompok rentan seperti perempuan hamil.
Riset ini juga menonjolkan representasi perempuan yang memiliki posisi produktif dan kemampuan publik melalui tokoh Isyana, Bu Ira, Cupi, dan Dwi. Isyana digambarkan memiliki pengetahuan agama dan kemampuan manajemen keuangan, bekerja membantu bengkel ayahnya sekaligus mengajar mengaji dan fikih, namun tetap menanggung pekerjaan domestik, sehingga menjadi potret perempuan yang memikul beban ganda. Bu Ira ditampilkan sebagai pelaku usaha kue yang menopang ekonomi keluarga, juga mengalami kekerasan psikologis karena ditinggalkan suami, tetapi tetap bertahan secara sosial dan ekonomi karena memiliki “bargaining value” di masyarakat.
Sementara itu, tokoh Cupi diposisikan sebagai bantahan atas stereotip perempuan lemah karena menjadi satu-satunya anggota perempuan dalam band GodLess, dengan gaya dan ketahanan yang digambarkan setara dengan rekan laki-laki. Tokoh Dwi pun digambarkan sebagai antitesis dari perempuan yang bergantung pada laki-laki, sekaligus pengingat bahwa perempuan dapat berperan di ruang publik.
Proses Produksi Panjang dan Quality Control Jadi Kunci Dakwah Populer
Temuan riset memperlihatkan bahwa pesan Islam dan gender tidak muncul secara kebetulan, melainkan dipengaruhi proses produksi yang terstruktur. Para Pencari Tuhan sebagai sinetron Ramadan telah tayang sejak 2007, dan pada 2023 ditayangkan saat sahur pukul 02.30 serta tayang ulang 12.15, juga tersedia melalui layanan streaming. Season 16 mengangkat tema Doomsday Getting Closer dengan fokus anak muda beridentitas punk yang kerap berkumpul di tempat bernama DPR Di bawah pohon rindang.
Dari sisi pra produksi, proses casting dimulai September 2022 dan dilanjutkan workshop serta pembacaan naskah. Penulisan naskah disebut memakan waktu sekitar tiga bulan untuk merumuskan konsep dan skrip, kemudian proses syuting berlangsung dari November 2022 hingga 23 Maret 2023, atau sekitar enam bulan, dengan rata-rata lima hari syuting per episode.
Penelitian juga memotret struktur kerja tim yang besar. Pada 30 episode season 16, produksi melibatkan sekitar 50 orang dalam setiap adegan, dengan tim penulis yang bekerja menyusun sinopsis dan dialog.
Baca Juga: Panduan Shalat Gerhana Sesuai Putusan Tarjih Muhammadiyah
Deddy Mizwar tidak hanya berperan sebagai produser dan pemilik ide kreatif lintas musim, tetapi juga terlibat dalam tim kreatif dan quality control yang bertugas merumuskan cara memasukkan pesan moral pada tiap scene serta mengecek hasil setelah editing sebelum dikirim ke lembaga sensor dan stasiun televisi.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

















